Lights On. Cameras Rolling. Our Stories Begin! Kelas 6 SD Islam Al Azhar 52 Sidoarjo Hadirkan Festival Film Mini di Cinepolis

Oleh: Tim Redaksi

Ada yang berbeda dari UKK kelas 6 SD Islam Al Azhar 52 Sidoarjo tahun ini. Pada 31 Januari 2026, seluruh siswa kelas 6 menutup rangkaian pembelajaran mereka dengan sebuah proyek kreatif: pembuatan dan pemutaran film pendek karya sendiri di bioskop Cinepolis Lippo Plaza Sidoarjo. Sebuah pengalaman dan pembelajaran yang spesial bagi murid kelas 6 SD Islam Al Azhar 52 Sidoarjo.

Selama dua bulan penuh sebelum acara puncak, para murid terlibat dalam proses panjang produksi film—mulai dari penulisan naskah, pembagian tugas, latihan akting, hingga pengambilan gambar. Seluruh angkatan kelas 6 dibagi menjadi empat kelompok besar, masing-masing didampingi guru pembimbing dan mengangkat tema yang berbeda, namun sama-sama sarat makna.

Empat Kelompok, Empat Cerita Kehidupan

Group Eka di bawah bimbingan Mr. Eko dan Ms. Dika menghadirkan film berjudul Dreams Beyond the Time. Cerita ini mengisahkan dua murid yang dihukum gurunya dan entah bagaimana mereka terpental ke masa depan dan menyaksikan beragam kisah kesuksesan serta kegagalan teman-teman sekelasnya dalam meraih cita-cita yang pernah mereka tuliskan semasa sekolah. Film ini menjadi pengingat bahwa mimpi membutuhkan keberanian dan tidak hanya itu, mimpi membutuhkan usaha, ketekunan, konsisten, dan doa.

Poster Film Dreams Beyond The Time oleh Grup Eka.

Link Youtube: https://youtu.be/L36KDKztKgg?si=qhH9RWDATdGiWwK3

Sementara itu, Group Sirna yang dibimbing Mr. Nasir dan Mrs. Fina mengangkat isu kekinian melalui film Era Senyap. Dengan latar dunia yang dingin dan bagaimana setiap sendi kehidupan terlalu bergantung pada kecerdasan buatan, film ini mengajak penonton merenungkan kembali batas penggunaan AI serta pentingnya sentuhan manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Poster Film Era Senyap oleh Grup Sirna.

Link Youtube: https://youtu.be/zPEC699ZPz4?si=aycrE5EciqGEcxvj

Dari Group Farel (Mr. Faiz dan Ms. Aurel) lahir film Taubat: Balasan dari Langit, sebuah kisah menyentuh tentang dampak bullying dan pelajaran berharga yang muncul dari penyesalan serta proses kembali ke jalan yang benar. Film ini menyampaikan pesan kuat tentang empati, tanggung jawab, dan perubahan diri.

Poster Film Taubat: Balasan dari Langit oleh Grup Farel.

Link Youtube: https://youtu.be/7xfQu5FxuXY?si=LZi3PjY7iEgJeMko

Melengkapi keempat karya tersebut, Group Fasum yang dibimbing Mr. Fariz dan Mrs. Arum mempersembahkan Cahaya Jendela Biru. Film ini berisi pesan dari masa depan untuk diri sendiri—sebuah refleksi mendalam tentang harapan, pilihan hidup, dan kenangan sekolah yang akan terus menyala hingga dewasa.

Poster Film Jendela Cahaya Biru oleh Grup Fasum.

Link Youtube: https://youtu.be/QdoyYHq0Bsg?si=J5taDt7LopM-0pn-

Bioskop Berubah Menjadi Panggung Apresiasi

Acara puncak dikemas layaknya festival film mini. Para orang tua turut diundang dan secara mandiri memilih kursi serta tiket, menambah nuansa profesional sekaligus kebanggaan tersendiri bagi para siswa.

Rangkaian acara dibuka dengan pemutaran Cahaya Jendela Biru dari Group Fasum, disusul Dreams Beyond the Time dari Group Eka. Seusai pemutaran, MC yang dibawakan oleh Arturo dan Alexa memanggil seluruh pemeran dari kedua grup untuk maju ke depan. Dengan penuh percaya diri, para siswa menyampaikan testimoni serta menjawab pertanyaan dalam sesi wawancara singkat—sebuah momen yang memperlihatkan keberanian, kerja sama, dan kemampuan komunikasi mereka.

Foto Bersama Seluruh Murid Kelas 6 Beserta Orang Tua dalam Pemutaran Film Pendek Karya Mereka.

Memasuki ronde kedua, penonton diajak menyelami emosi melalui Taubat: Balasan dari Langit karya Group Farel, kemudian ditutup dengan Era Senyap dari Group Sirna yang meninggalkan kesan reflektif tentang masa depan teknologi. MC bertanya kepada pemeran utama di film Taubat: Balasan dari Langit, Ervito yang tampil cemerlang berkat akting nya sebagai pelaku bullying apakah dari film dan peran tersebut dia mendapatkan refleksi. “Peran ini juga menggambarkan saya sehari-hari terkadang. Saya juga sering bikin teman-teman dan adik saya nangis.. dikit..” ujar Ervito dengan nada bercanda “Tapi dari film ini saya dan teman-teman harapannya bisa menyampaikan pesan bahwa perilaku bullying itu sangat buruk dan kita bisa memperbaiki perilaku kita sebelum terlambat.” Ervito menutup statementnya.

Tepuk tangan hangat mengiringi setiap akhir pemutaran film dan penampilan flashmop dari murid kelas 6. Tak sedikit orang tua yang tampak terharu melihat anak-anak mereka tampil percaya diri di layar lebar, membawakan cerita yang lahir dari pemikiran dan pengalaman sendiri.

Belajar Tak Hanya di Kelas

Proyek short film ini membuktikan bahwa pembelajaran dapat berlangsung di luar batas ruang kelas. Para siswa belajar bekerja dalam tim, mengelola waktu, menyampaikan ide, dan menuangkannya dalam suatu karya seni yang dapat mereka dan semua orang nikmati.

UKK kelas 6 SD Islam Al Azhar 52 Sidoarjo tahun ini bukan hanya tentang penilaian akhir, tetapi tentang perjalanan, proses, dan kenangan. Dari balik layar kamera hingga layar lebar Cinepolis, para siswa telah menorehkan cerita awal sebagai generasi kreatif yang berani bermimpi, berefleksi, dan berkarya.

 

Postingan Terkait